Hallo Sobat bikers.. pada kesempatan kali ini saya mau mengajak kalian semua untuk bernostalgia dengan kuda besi yang satu ini, siapa sih yang tidak mengenal HONDA ASTREA PRIMA? Mungkin saat ini kebanyakan orang pun sudah mulai terlupakan dengan pernah hadirnya motor yang satu ini. Terlebih lagi dengan usia kendaraan yang sudah terbilang tak lagi muda. Selain itu kendaraan ini masih mengusung mesin dengan kapasitas cylinder yang terbilang termasuk kecil yaitu 97cc hasil ini di dapat dari Rumus menghitung Kapasitas Cylinder (3.14x50x50x49.5:4000=97,14 yang di bulatkan menjadi 100cc)
Namun kelebihan dari itu adalah
kuda besi yang satu ini jadi lebih irit di banding kendaraan pada umumnya. Sama
seperti namanya, Astrea Prima tetap menjadi Prima walau sudah termakan ole
zaman. Namun tak sedikit orang juga yang masih berkendara dengan kuda besi yang
satu ini. Dan tak sedikit juga para mekanik yang meng-upgrade kuda besi ini
agar performanya lebih gila lagi. Karena saya juga memiliki motor ini, jadi
saya berbagi cerita panjang lebar deh.. hehehe.. pada masanya, kuda besi ini
terbagi menjadi dua seri jenis engine nya, non stater dan yang menggunakan
motor starter. Dan ada yang bilang bahwa engine yang non starter itu lebih
galak di banding yang menggunakan starter. Selain itu mesin non starter ini
tergolong seri langka atau limited edition, karena mesin ini di rakit langsung
di jepang. Berbeda halnya dengan tipe mesin yang sudah menggunakan motor
starter yang di rakitnya sudah di Indonesia.
biarpun mesin dari kuda besi ini tak bisa di upgrade besar-besaran. Namun cukuplah klo untuk jalan-jalan untuk melibas aspal. Lalu Modifikasi seperti apakah yang biasa di usung oleh para mekanik untuk kuda besi yang satu ini? Berikut ulasannya.
biarpun mesin dari kuda besi ini tak bisa di upgrade besar-besaran. Namun cukuplah klo untuk jalan-jalan untuk melibas aspal. Lalu Modifikasi seperti apakah yang biasa di usung oleh para mekanik untuk kuda besi yang satu ini? Berikut ulasannya.
Kebanyakan
para mekanik dan anak muda yang hobby oprek mesin, Honda astrea prima yang
tergolong dari c100 ini cukup di jejali dengan piston milik Kawasaki kaze,
karena Kawasaki Kaze sendiri sudah mengusung diameter piston yang terbilang
lebih besar di banding dengan milik kuda besi lain sekelasnya.Selain itu dari design piston, Kawasaki kaze memiliki banyak lubang untuk jalur oli pada pistonnya, sehingga memperkecil resiko over heat dan tentunya massa dari piston ini terbilang lumayan ringan. Untuk rekomendasi merk piston, saya merekomendasikan piston merk TKRJ, mengapa demikian? Karena piston ini termasuk piston branded di Jepang. Dari pihak TKRJ sendiri member jaminan bahwa si kuda besi pasti akan lari lebih ringan di banding menggunakan piston bawaan pabrikan, karena piston ini memiliki massa yang lebih ringan di banding piston Pabrikan AHM, namun keliebihan piston ini pun juga mampu bertahan dalam temperature mesin yang tinggi, yaitu 1000 derajat celcius. Itu berarti lebih mampu di banding piston pabrikan yaa? Begitulah faktanya. Dari penggunaan piston Kawasaki kaze ini, di dapat kapasitas cylinder naik menjadi 110cc yang di dapat dari rumus 3.14x53x53x49.5:4000=109,15 dibulatkan menjadi 110cc kapasitas pun naik 12cc, tenaga pun lumayan untuk jalan-jalan. Untuk modifikasi piston ini biasanya merogoh kocek kurang lebih Rp. 700.000,- tergantung dari mekanik juga sih.
Setelah langkah pertama adalah bore up, maka modifikasi selanjutnya adalah penggantian karburator. Untuk penyesuaian dengan kapasitas cylinder mesin, biasanya penggantian karburator di subtitusikan dengan karburator Keihin PE 24, untuk kelas 110cc hingga 125cc. dari modifikas sampai sini pun sudah di dapat tenaga yang cukup kuat. Untuk ukuran spuyer bawaan karburator ini biasanya pj 35 dan mj 110. Namun agar lebih nyaman lagi di gunakan, perlu jetting ulang. Dan kalau saya menemukan jetting yang sesuai dengan selera saya adalah di ukuran pj35 dan mj98 , atau teman bikers semua bisa membeli repairkit Honda GL di toko bengkel, biasanya harga untuk imitasi kisaran Rp15.000,- namun saya menganjurkan untuk lebih memilih yang keluaran dari astra Honda, yang biasanya ada tulisan ukuran dalam pj dan mj-nya. Harganya kisaran Rp35.000,- namun ini bahannya pun lebih bagus di banding yang imitasi, selain itu ukuran lubangnya pun lebih bisa di pertanggung jawabkan di banding keluaran imitasi. So lebih mempermudah dalam proses jettingnya kan?Tentu. Selain itu, jangan lupa perhatikan posisi clip jarum pada skep nya ya.. karna itu juga pengaruh terhadap langsam dan tingkat keborosan bbm.
Setelah
tadi membahas penggantian karburator, sekarang part yang paling penting sebelum
melakukan dua hal di atas tentunya adalah merubah system kopling yang tadinya
otomatis menjadi manual. Biasanya Pabrikan aftermarket seperti TDR atau SND
mengeluarkan part set kopling manual ini. Mungkin harganya kisaran Rp.300.000,-
dan agar sentakan lebih di dapat, biasanya kebanyakan orang mengganti part per
koplingnya dengan keluaran aftermarket seperti CLD, namun jika ingin lebih
praktis dan murah, biasanya bisa di subtitusikan menguunakan per kopling milik
susuki smash, PNP kog, alias Plug And Play.
Dari
semua pembahasan di atas. Itu masih tergolong modifikasi tingkat ringan. Dan
untuk Sobat bikers semua bisa menerapkan itu bagi yang mau mencoba. Dan selain
dari performa mesin sebagai penunjang kenyamanan dalam berkendara. Maka jangan
di lupakan juga tampilan luar pun jg perlu di perhatikan. Agar kita sebagai
pengendara pun PD dan mampu menyedot perhatian mata banyak orang. Dan untuk
yang satu ini tergantung dari selera masing-masing dari sobat bikers. Dan akan
saya coba melakukan pembahasannya dalam postingan berikutnya. Salam Bikers.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar